Saturday, August 16, 2014

Jasa Pengukuran Tanah

Apakah Anda membutuhkan jasa pengukuran tanah?
Serahkan pada ahlinya. Kami hadir melayani Anda.
Kami menawarkan solusi untuk pengukuran tanah akurat dan terpercaya. Jasa survey dan pengukuran topografi akan memudahkan arsitek untuk merancang lahan yang akan dibangun atau direnovasi serta memudahkan penempatan bangunan pada site plan.

Apa yang akan Anda dapatkan?
1. Gambar Situasi Menyeluruh ( Existing Bangunan, Elevasi permukaantanah, Kontur, Dll )
2. Profil Memanjang dan Melintang
3. Bentuk permukaan tanah 3 Dimensi 4 arah
4. Stake out Kavling Perumahan
5. Luas Area tanah/Batas tanah
6. Grid As Bangunan
7. Volume Cut & Fill
8. Pembuatan BM (titik tetap) untuk memudahkan pada pelaksanankonstruksi nantinya
9. Laporan Hardcopy dan Softcopy

Tim kami berpengalaman menangani beberapa proyek pengukuran tanah di beberapa daerah, bekerjasama dengan beberapa BUMN seperti DAMRI, dan lainnya. Melayani seluruh wilayah Indonesia.
Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Bali, Lombok, Sulawesi.

INFO LENGKAP :
0856.4829.4968
(Koni Dwi Prasetya)
Fast Respon
website : http://globalexindo.com

Tuesday, June 2, 2009

Piri Reis Pembuat Peta Dunia Pra Modern

Peri Reis yang bernama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibn Hadji Mehmed adalah seorang pelaut sekaligus peneliti kelautan Dinasti Ottoman Turki. Beliau lahir antara tahun 1465 dan 1470 di Gallipoli di dekat semenanjung Aegean. Beliau dikenal lewat karya-karyanya berupa peta dan grafik bumi yang dibukukan dalam Kitab-ı Bahriye (Buku Navigasi). Sebuah buku yang berisi datayang akurat dan lengkap tentang beberapa kota di daerah Laut Tengah. Beliau mulai dikenal ketika potongan kecil petanya ditemukan di Istana Topkapi Turki apda tahun 1929. Yang mengejutkan salah satunya yaitu penemuan peta Amerika yang begitu akurat menunjukkan adanya peralihan dari peta model kuno menuju peta modern. Peta Amerika tersebut diakui sebagai peta Amerika tertua dan pertama di dunia.

Karakteristik yang paling menonjol dari peta Piri Reis adalah keakuratan dari gambaran benua khususnya hubungan Afrika dengan Amerika Selatan.

Piri Reis Pembuat Peta Dunia

Monday, April 20, 2009

Ibnu Haitham Pembuka Misteri Pengelihatan

Peran ilmuwan Muslim di masa lalu terhadap perkembangan sains dan sosial sangat besar. Operasi katarak pertama dilakukan pada awal abad ke-10 di Irak oleh sarjana Muslim. Pendiri apotik pertama adalah orang Islam, begitu juga dengan sekolah ilmu farmasi pertama. Ilmuwan Muslim menulis naskah yang sangat hebat tentang ilmu farmasi.

Perkembangan ilmu pengetahuan memang tidak terlepas dari jasa ilmuwan Muslim. Salah satunya di bidang ilmu penglihatan. Ada beberapa ilmuwan Muslim yang berperan penting dalam kemajuan pengetahuan bidang ini. Awalnya, teori tentang penglihatan dicetuskan oleh Ptolomeus dan Euclid. Menurut mereka, penglihatan dihasilkan oleh pancaran cahaya dari mata. Namun, teori ini tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal. Teori ini juga tidak bisa menjelaskan mengapa ukuran objek bergantung dari jarak objek dengan orang yang melihatnya.

Sementara itu, Aristoteles, Gallen, dan para pengikutnya percaya teori intomission. Dalam teori ini disebutkan bahwa sesuatu memasuki mata mewakili objek. Tetapi sekali lagi teori ini tidak memberikan penjelasan yang memadai. Al-Kindi, seorang Muslim, mempertanyakan teori Euclid dan menyarankan beberapa alternatif penjelasan. Misalnya kerucut penglihatan bukan membentuk cahaya khusus seperti yang dikatakan Euclid, melainkan muncul sebagai hasil pancaran yang terus-menerus. Sinar berwujud tiga dimensi dan membentuk sebuah pancaran terus-menerus yang berbentuk kerucut.

Al-Kindi juga menjelaskan bagaimana sinar datang dalam garis lurus. Dua percobaannya dalam bidang optik geometris dan fisik digunakan oleh seorang kebangsaan Inggris Roger Bacon (1214-12192) dan ahli fisika Jerman, Witelo. Penjelasan ilmiah belum ada yang dapat memberi penjelasan yang memuaskan tentang penglihatan sampai hadirnya Ibnu al-Haitham (965-1039). Kritik Al-Kindi telah membuka jalan bagi Ibnu al-Haitham untuk menjelaskan teori tentang penglihatan.

Ibnu al-Haitham yang di Barat dikenal sebagai Al-Hazen menjelaskan bagaimana makhluk bisa melihat melalui cahaya yang dipantulkan ke benda dan memasuki mata. Ia menjelaskan hal ini dengan eksperimen mendetail. Teorinya merupakan penemuan modern bagi ilmu pengetahuan tentang penglihatan. Ia mengkombinasikan pendekatan matematis Euclid dan Ptolemy dengan prinsip fisika yang diikuti filosof alami.

Melalui eksperimen cahaya dan penglihatannya, Ibnu al-Haitham menjelaskan fenomena kekaburan yang terjadi di kamera. Ia menjelaskan bahwa kita melihat objek dari bawah ke atas, dan bukan dari atas ke bawah seperti yang dilakukan kamera. Hal ini disebabkan karena koneksi syaraf optik dengan otak yang menganalisa dan mendefinisikan gambar.

Ibnu Al Haitham lahir di Basra, Irak, tahun 965 masehi. Ia besar di Mesir bersama Al-Hakim (996-1020) dan wafat di Kairo tahun 1039. ia disebut sebagai ahli fisika muslim terhebat dan salah satu murid yang mempelajari ilmu penglihatan yang terbaik sepanjang masa. Ia juga seorang ahli astronomi, ahli matematika, ahli fisika, dan menulis penjelasan bagi Aristoteles dan Galen. Ia menulis sekitar 70 manuskrip (naskah kuno) dan ia telah mengungkapkan teori Snell yang terkenal sekitar 600 tahun sebelum Snell menemukannya.

Ibnu Al Haitham membuat kitab Al-Manazir. Kitab ini menjelaskan tentang ilmu penglihatan. Pada perkembangannya, kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan memberi pengaruh besar bagi ilmuwan barat seperti R Bacon dan Kepler.

Nabi Muhammad SAW Penemu Konsep Manajemen Bisnis Modern

Sebagai Rasul terakhir Allah SWT, Nabi Muhammad SAW tercatat dalam sejarah adalah pembawa kemaslahatan dan kebaikan yang tiada bandingan untuk seluruh umat manusia. Bagaimana tidak karena Rasulullah SAW telah membuka zaman baru dalam pembangunan peradaban dunia. Beliaulah adalah tokoh yang paling sukses dalam bidang agama (sebagai Rasul) sekaligus dalam bidang duniawi (sebagai pemimpin negara dan peletak dasar peradaban Islam yang gemilang selama 1000 tahun berikutnya).

Kesuksesan Rasulullah SAW itu sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Namun ada salah satu sisi Muhammad SAW ternyata jarang dibahas dan kurang mendapat perhatian oleh para ahli sejarah maupun agama yaitu sisinya sebagai seorang
pebisnis ulung. Padahal manajemen bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW hingga kini maupun di masa mendatang akan selalu relevan diterapkan dalam bisnis modern. Setelah kakeknya yang merawat Muhammad SAW sejak bayi wafat, seorang pamannya yang bernama Abu Thalib lalu
memeliharanya.

Abu Thalib yang sangat menyayangi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri adalah seorang pedagang. Sang paman kemudian mengajari Rasulullah SAW cara-cara berdagang (berbisnis) dan bahkan mengajaknya pergi bersama untuk berdagang meninggalkan negerinya (Makkah) ke negeri Syam (yang kini dikenal sebagai Suriah) pada saat Rasulullah SAW baru berusia 12 tahun. Tidak heran jika beliau telah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun. Kesuksesan Rasulullah SAW dalam berbisnis tidak terlepas dari kejujuran yang mendarah daging dalam sosoknya.
>
Kejujuran itulah telah diakui oleh penduduk Makkah sehingga beliau digelari Al Shiddiq. Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Tidak heran jika beliau juga mendapat julukan Al Amin (Terpercaya). Menurut sejarah, telah tercatat bahwa Muhammad SAW melakukan lawatan bisnis ke luar negeri sebanyak 6 kali diantaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Dalam semua lawatan bisnis, Muhammad selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian.

Lima dari semua lawatan bisnis itu dilakukan oleh beliau atas nama seorang wanita pebisnis terkemuka Makkah yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Khadijah yang kelak menjadi istri Muhammad SAW, telah lama mendengar reputasi Muhammad sebagai pebisnis ulung yang jujur dan teguh memegang amanah. Lantaran itulah, Khadijah lalu merekrut Muhammad sebagai manajer bisnisnya. Kurang lebih selama 20 tahun sebelum diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, Muhammad mengembangkan bisnis Khadijah sehingga sangat maju pesat. Boleh
dikatakan bisnis yang dilakukan Muhammad dan Khadijah (yang menikahinya pada saat beliau berusia 25 tahun) hingga pada saat pengangkatan kenabian Muhammad adalah bisnis konglomerat.

Pola manajemen bisnis apa yang dijalankan Muhammad SAW sehingga bisnis junjungan kita itu mendapatkan kesuksesan spektakuler pada zamannya ? Ternyata jauh sebelum para ahli bisnis modern seperti Frederick W. Taylor dan Henry Fayol pada abad ke-19 mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu, ternyata Rasulullah SAW telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan dan praktek bisnis yang mendahului masanya. Berdasarkan prinsip-prinsip manajemen modern, Rasulullah SAW telah dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlihat di dalamnya.

Seperti dikatakan oleh Prof. Aflazul Rahman dalam bukunya “Muhammad: A Trader” bahwa Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggannya mengeluh. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang dipesan dengan tepat waktu. Muhammad SAW pun senantiasa
menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dengan kata lain, beliau melaksanakan prinsip manajemen bisnis modern yaitu kepuasan pelanggan (customer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kemampuan,
efisiensi, transparansi (kejujuran), persaingan yang sehat dan kompetitif.

Dalam menjalankan bisnis, Muhammad SAW selalu melaksanakan prinsip kejujuran (transparasi). Ketika sedang berbisnis, beliau selalu jujur dalam menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk yang dijualnya. Ternyata prinsip transparasi beliau itu menjadi pemasaran yang efektif untuk menarik para pelanggan. Beliau juga mencintai para pelanggannya seperti mencintai dirinya sehingga selalu melayani mereka dengan sepenuh hatinya (melakukan service exellence) dan selalu membuat mereka puas atas layanan beliau (melakukan prinsip customer satisfaction).

Dalam melakukan bisnisnya, Muhammad SAW tidak pernah mengambil margin keuntungan sangat tinggi seperti yang biasa dilakukan para pebisnis lainnya pada masanya. Beliau hanya mengambil margin keuntungan secukupnya saja dalam menjual produknya.Ternyata kiat mengambil margin
keuntungan yang dilakukan beliau sangat efektif, semua barang yang dijualnya selalu laku dibeli Orang-orang lebih suka membeli barang-barang jualan Muhammad daripada pedagang lain karena bisa mendapatkan harga lebih murah dan berkualitas. Dalam hal ini, beliau melakukan prinsip persaingan sehat dan kompetitif yang mendorong bisnis semakin efisien dan efektif.

Boleh dikatakan Rasulullah SAW adalah pelopor bisnis yang berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang adil dan sehat. Beliau juga tidak segan mensosialisasikan prinsip-prinsip bisnisnya dalam bentuk edukasi dan pernyataan tegas kepada para pebisnis lainnya. Ketika
menjadi kepala negara, Rasulullah SAW mentransformasikan prinsip-prinsip bisnisnya menjadi pokok-pokok hukum. Berdasarkan hal itu, beliau melakukan penegakan hukum pada para pebisnis yang nakal. Beliau pula yang memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita kenal sebagai asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian. Di tangan para pihaklah terdapat kekuasaan tertinggi untuk melakukan transaksi bisnis yang dibangun atas dasar saling setuju.

Berdasarkan apa yang dibahas di atas ini, jelas junjungan yang kita cintai itu adalah pebisnis yang melaksanakan manajemen bisnis yang mendahului zamannya. Bagaimana tidak karena prinsip-prinsip manajemen Rasulullah SAW baru dikenal luas dan diimplementasikan para pebisnis
modern sejak abad ke-20, padahal Rasulullah SAW hidup pada abad ke-7. Pakar manejemen bisnis terkemuka Indonesia, Rhenald Kasali pun mengakuinya dengan mengatakan bahwa semua bisnis yang diinginkan niscaya juga akan sukses jika mau menduplikasi karakter Muhammad SAW
dalam berbisnis. Dengan begitu, kita dapat mengatakan kepada pelaku bisnis, “Ingin bisnis sukses, jalankan manajemen bisnis Muhammad SAW!” Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

source : Fachri - http://www.sekarangonline.com/artikel_read.htm?id=13

Saturday, March 28, 2009

'Penerjemah Al-Qur'an dalam Bahasa Inggris 2' Muhammad Marmaduke Pickthall

Muhammad Marmaduke Pickthall (1875–May 19, 1936) adalah seorang ulama Barat yang dikenal sebagai penerjemah Al-Qur'an dalam bahasa Inggris. mohon maaf smentara belum bisa dilanjutkan

'Penerjemah Al Qur'an dalam Bahasa Inggris 1' Abdullah Yusuf Ali

Hafiz Abdullah Yusuf Ali (14 April 1872 - 10 December 1953) adalah seorang ulama Asia Selatan yang berhasil menerjemahkan Al-Qur'an dari bahasa Arab ke bahasa Inggris bersama Marmaduke Pickthall.
Abdullah Yusuf lahir di Bombay, India dalam sebuah keluarga kaya raya. Ayahnya bernama Dawoodi Bohra. Sejak kecil beliau mendapat pendidikan agama dan sering kali menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Beliau mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Arab dengan lancar. Beliau mempelajari sastra Inggris di beberapa universitas di Eropa salah satunya di Universitas Leeds. Beliau memusatkan studinya pada perkembangan Al-Qur'an sejak zaman awal perkembangan Islam. Karya beliau yang sangat terkenal adalah The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary, mulai ditulis pada tahun 1934 dan diterbitkan pada tahun 1938 oleh Sh. Muhammad Ashraf Publishers Lahore di India (sekarang Pakistan). Ketika sedang melakukan tour pengenalan buku terjemahannya tersebut beliau terdorong untuk mendirikan masjid 'Al-Rashid Mosque' yang merupakan masjid pertama di Amerika Utara yang berlokasi di Edmonto, Alberta, Kanada pada tahun 1938.
Ali adalah seorang pendukung keputusan mengenai andilnya militer India pada Perang Dunia I. Muhammad Iqbal mengangkat beliau menjadi kepala Islamia College di Lahore, India.
Beliau wafat pada 10 December 1953 dan dimakamkan di pemakaman Islam di Brookwood, Surrey, dekat kota Working, Inggris tidak jauh dari makam Muhammad Marmaduke Pickthall.
Dalam versi baru dari terjemahan beliau kata 'God' (Tuhan) diganti dengan kata 'Allah' dan memberikan modifikasi yang kontroversial pada beberapa pernytaan beliau yang tercantum pada catatan kaki.

Sumber Wikipedia